Keluarga Besar Pondok Pesantren Manbaul Ulum Mengucapkan : "Selamat Hari Santri Nasional"

Jumlah Kunjungan

Jumlah Pengunjung :
32179
Pengunjung Hari Ini :
17
User Online :
1
Terakhir Update :
13-11-2016

Pendapat Anda

 

INFORMASI TERBARU

Sambut Hari Santri, 42.480 Santri Serentak Tulis Mushaf Al-Qur'an

Jakarta (Pinmas) - Menyambut Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2016 mendatang, besok, Rabu (12/10) di Auditorium Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin Nomor 6 Jakarta, Kementerian Agama menggelar penulisan Mushaf Al-Quran oleh 42.840 santri. Penulisan Mushaf Al-Quran serentak dilakukan di 34 Provinsi diawali dengan goresan pertama oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama 608 santri yang berasal dari pondok pesantren yang berada di Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya, dalam waktu yang sama, 608 santri di setiap provinsi serentak melakukan hal yang sama. Masing-masing santri menulis dua halaman mushaf, sehingga dalam satu hari tersebut akan menghasilkan dua Mushaf Al-Quran.

Enam Kesunnahan Puasa

Yang dimaksud dengan sunnah puasa adalah segala perbuatan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad s.a.w (disunnahkan) ketika sedang melakukan ibadah puasa, diantaranya. Pertama, Menyegerakan Berbuka Puasa Ketika waktu magrib telah tiba atau waktu diperbolehkannya untuk berbuka puasa bagi semua muslim yang menjalankannya, maka dianjurkan untuk segera berbuka puasa didahulukan dari pada menjalankan ibadah-ibadah yang lainnya, termasuk diantaranya menjalankan ibadah sholat maghrib.

Tarawih dan Persatuan Ummat (Oleh: KH.Didin Hafiduddin)

RMOL, JAKARTA -- Sebagaimana telah sama-sama kita ketahui, ada berbagai sebutan yang dialamatkan pada bulan Ramadhan, baik yang disebutkan secara langsung dalam Alquran, hadis Nabi, maupun kebiasaan umat menyebutnya.

Beberapa contoh di antaranya, bulan penuh keberkahan (syahrul mubarak), bulan Alquran (syahrul-Qur’an), bulan zakat dan infak (syahrul zakat wa infaq), dan juga bulan berjamaah (syahrul jamaah).

Syahrul jamaah artinya, kaum Muslimin yang berpuasa melakukan kegiatan secara berjamaah, baik dalam ibadah maupun muamalah, seperti buka puasa bersama yang hampir dilaksanakan di semua masjid, kompleks perumahan, juga di kantor-kantor.

Persiapan Rasulullah saw Menyambut Ramadhan

RMOL -- Jakarta - Pembina AQL Islamic Center, Ustadz Bachtiar Nasir menjelaskan Rasulullah tidak punya tradisi khusus jelang Ramadhan. Alih-alih demikian, Rasulullah melakukan persiapan ruhiyah dan spiritual untuk menyambut Ramadhan.

“Rasulullah tidak punya tradisi khusus seperti yang dilakukan oleh setiap adat. Di Indonesia ada tradisi punggahan, ada yang mandi besar, makan bersama, kirab, dan sebagainya. Rasulullah tidak punya,” ujar Bachtiar kepada Republika, Jumat (12/6).

Menurut Bachtiar, Rasulullah justru menjaga ritme perasaannya untuk menyambut Ramadhan. Rasulullah menata hatinya untuk selalu ingat Allah, menata pikirannya agar fokus kepada Ramadhan menata waktu, menata aktivitas, dan sebagainya.

Pesantren dan Lingkungan Hidup

 

Keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup -bahkan seluruh aspek kehidupan manusia- merupakan kunci kesejahteraan. Stabilitas hidup memerlukan keseimbangan dan kelestarian di segala bidang, baik yang bersifat kebendaan mau pun yang berkaitan dengan jiwa, akal, emosi, nafsu dan perasaan manusia. Islam sebagaimana dalam beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadits juga menuntut keseimbangan dalam hal-hal tersebut, keseimbangan mana sering disebut al-tawassuth atau al-i’tidal.